Rabu, 29 Desember 2021

Sejarah Berdirinya Persis Solo

Sejarah 



Persis Solo bukan semata- mata bond( perkumpulan) sepak bola. Walaupun bergerak di bidang berolahraga, klub yang dulu bernama Vorstenlandche Voetbal Bond ataupun VVB itu tidak gagap dengan kerja- kerja sosial. Hari lahir pada 30 Maret 1923( terdapat tipe yang mengatakan 8 November 1923) diiringi sebagian aksi solidaritas lintas latar balik.“ Persis telah jadi wadah yang menyatukan,” ucap Fauzi, fans Persis yang pula Koordinator Studi Solo Societeit dikala berbincang soal sejarah Persis dengan Solopos. com, sebagian waktu sehabis itu.


Perkumpulan yang pula diisi organisasi kepemudaan, organisasi agama, sampai kelompok musik itu memunyai tujuan mulia, memikirkan federasi berazas membantu pada kesengsaraan universal. Mereka pernah menggelar pasar malam yang nominal tiketnya disumbangkan buat pembelajaran rakyat. Di luar komite, VVB pula sempat menggelar laga amal buat menolong prajurit pensiunan serta bagikan dorongan pada Yayasan Oemat Islam.





Bidang kesehatan tidak luput dari atensi Persis dengan menolong penyembuhan pengidap tuberculosis. Segala aktivitas sosial ini bisa dicoba secara tidak berubah- ubah sebab klub didukung finansial yang baik( Kabar PSSI, Januari 1940). Disaat ini semangat solidaritas Persis seakan menciptakan momentum buat bangkit kembali. Pandemi Covid- 19 memanggil Laskar Sambernyawa buat kembali ke“ khitahnya” selaku bond sepak bola yang hirau kemanusiaan.

Baca juga : selengkapnya 

Waktu Ideal



Fauzi berkata ini saatnya Persis kembali berkontribusi dalam aktivitas sosial. Waktu disaat ini dinilai sempurna mengingat kompetisi Liga 2 sudah ditunda sampai September.“ Persis bisa memaksimalkan guna sosial melalui pembagian bahan pangan ataupun memfasilitasi vaksinasi buat suporter. Yang tidak kalah berarti, Persis pula butuh terus membangun penjelasan berartinya pelaksanaan protokol kesehatan,” ucap Fauzi, Selasa( 13/ 7/ 2021).



Dengan keadaan keuangan yang lebih baik menyusul peralihan kepemilikan pada trio Kaesang Pangarep, Kevin Nugroho, serta Erick Thohir, Laskar Sambernyawa dinilai dapat berfungsi lebih di zona warga. Tokoh Pasoepati Pasar Kliwon, Yudi Winarno, berkata Persis butuh belajar dari pangkal sejarah supaya kembali membumi dengan lingkungannya.“ Sehingga kedatangan Persis tidak cuma dinanti di sepak bola, tetapi pula jiwa sosialnya. Mumpung disaat ini sumber tenaga di manajemen, birokrasi, serta suporter bisa bersinergi,” tutur ia.



Latar Belakang Berdirinya PSMS Medan

PSMS Medan – Tepat pada 21 April 1950 dicatat hari lahirnya PSMS Medan, klub sepak bola yang berpusat di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Klub berlambang daun tembakau ini telah juga merayakan ulang tahunnya ke- 70, Selasa( 21/ 4). Ekspedisi panjang PSMS menghiasi persepakbolaan Indonesian. Pada momen ulang tahunnya kali ini, IDN Times Sumut mengulik sebagian kenyataan serta sejarah klub yang puya style bermain rap- rap ini.

 

Asal Usul PSMS didirikan 6 klub



Sejarah PSMS tidak terlepas dari 6 klub pendirinya. Mereka merupakan PS Sahata, PO Polisi, Angkatan laut(AL) Wathan, Indian Football, Deli Mij, serta Medan Sport. Dikala ini anggota klub PSMS berisikan 40 regu, tetapi cuma sebagian saja yang masih aktif.

 
Arti lambang daun tembakau pada Logo PSMS



Pada lambang di dada PSMS Medan sendiri ada 6 helai daun tembakau yang hidup dalam satu ranting tumbuhan. Mengapa daun tembakau? Jawabannya sebab Kota Medan sendiri dulu populer sebab perkebunan tembakau delinya. Ada pula 6 daun tadi berarti terdapat 6 klub pendiri PSMS. Warna hijau pada lambang tersebut berarti warna kebesaran PSMS yang menempel pada kostum regu sampai dikala ini.

 

Julukan PSMS dari The Killer sampai Ayam Kinantan



PSMS awal mulanya diketahui dengan julukan The Killer alias Regu Pembunuh. Julukan tersebut disematkan pada dekade 50- an sebab kekuatan PSMS menewaskan lawan- lawannya tercantum regu sekelas Eropa, Ajax Amsterdam yang sempat tiba ke Medan.

Tetapi sehabis 1985 usai PSMS menjuarai Piala Perserikatan, julukan PSMS meningkat jadi Ayam Kinantan. Dikala tibanya skuat PSMS di Medan usai juara, terdapat seekor ayam yang pula ikut dibawa selaku bingkisa. Semenjak dikala itu Ayam Kinantan menempel untuk untuk PSMS. Julukan tersebut kabarnya diberikan sebab sewaktu juara, terdapat ayam yang diarak- arak dikala PSMS jadi juara tahun 1985.

 

PSMS berjaya di masa dulu sekali, telah 6 kali juara masa perserikatan



Masa emas ataupun kejayaan PSMS Medan terdapat pada tahun 1967 dimana masih terletak di Divisi Utama masa perserikatan. itu, berturut PSMS mencapai juara pada edisi berikutnya ialah 1969 serta 1971. Gelar keempat diraih pada 1975 kala jadi juara bersama Persija Jakarta.

2 gelar lagi diraih PSMS dikala menaklukkan Persib Bandung pada 1983 serta 1985. Itu menunjukkan kalau PSMS mencapai 6 gelar juara pada masa Persirakatan. Buat tingkat turnamen, PSMS sempat mencapai juara Piala Emas Bang Yos( PEBY) merebutkan Piala Sutiyoso yang dikala itu jadi Gubernur DKI Jakarta. PSMS mencapai 3 gelar PEBY pada 2005( 2 kali) serta 2006. Sehabis itu PSMS juara Piala Kemerdekaan 2015.


PSMS mencapai trebel winner pada 1967



PSMS pula tercatat sempat mencapai treble winner ataupun 3 kali juara dalam satu tahun. Gelar diraih sehabis juara Piala Soeratin U- 17 serta juara Divisi Utama Perserikatan pada 1967.

Atas keberhasilan itu, PSMS jadi wakil Indonesia pada turnamen Aga Khan Gold Cup di tahun yang sama. PSMS kembali juara sehabis menang 2- 0 atas tuan rumah pada turnamen yang berlangsung di Dhaka, Pakistan Timur( Dikala ini bangladesh).

 

Stadion Teladan yang jadi kandang PSMS dibentuk 1950 buat persiapan PON III/ 1953



Bertepatan dengan lahirnya PSMS pada 1950, Stdadion Teladan pula mulai dibentuk pada dikala itu. Stadion yang dikala ini masih dipakai jadi home base PSMS dibentuk buat persiapan Sumatera Utara jadi tuan rumah Minggu Berolahraga Nasional( PON) 1953. Itu awal kalinya Sumut jadi tuan rumah PON. Peluang kedua tiba kala Sumut serta Aceh dipercaya jadi tuan rumah PON 2024.

 

Rabu, 15 Desember 2021

Sejarah PS Tira Persikabo

Persikabo 1973 - merupakan klub sepak bola handal yang berbasis di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia yang berkompetisi di Liga 1. Persikabo 1973 merupakan hasil merger dari 2 klub sepak bola, ialah PS Tira serta Persikabo Bogor. Persikabo 1973 memakai Stadion Pakansari, Cibinong Kabupaten Jawa Barat.

 

Sejarah serta Merger

bola.com


Tira Persikabo( sebelum berubah Persikabo 1973) merupakan hasil merger dari 2 klub sepakbola, ialah PS Tira serta Persikabo Kabupaten Bogor. Persikabo merupakan klub sepakbola handal yang tadinya bermain di Liga 2 yang telah berdiri semenjak tahun 1973. Persikabo ialah kebanggaan dari masyarakat Kabupaten Bogor.

 

Sebaliknya PS Tira ialah klub kepunyaan Tentara Nasional Indonesia(TNI) yang mengakuisisi klub Persiram Raja Ampat sehingga dapat berlaga di Liga 1 Indonesia. Sehabis mengakuisisi Persiram, PS Tentara Nasional Indonesia(TNI) berpindah- pindah kandang buat mencari sokongan, sebab selaku klub yang berasal dari Tentara Nasional Indonesia(TNI), PS Tira memanglah tidak mempunyai basis pendukung yang banyak.

 

Pada dini tahun 2019 ataupun sebelum bergulirnya kompetisi Liga 1 masa 2019, PS TIRA melaksanakan merger dengan klub asal kabupaten Bogor tersebut ialah Persikabo Bogor serta mengganti namanya jadi PS Tira Persikabo.

 

Pada dini pergantian nama klub di dini tahun 2019. Ps Tira Persikabo di latih oleh Rahmad Darmawan. Di 13 dini pertandingan team kebanggaan bogor ini tidak hadapi kekalahan sekalipun, sehingga puncak jadi tujuan awal team asal bogor ini.

 

Sejalan dengan waktu team ini hadapi penyusutan performa. Sebab pada dikala itu pula banyak pemain dari PS Tira Persikabo yang di panggil TC oleh Timnas Indonesia. Sehingga pada dikala itu membuat team PS Tira Persikabo pincang.

 

Suporter

kabo.id


 

Kabomania merupakan kelompok suporter Persikabo yang suda dibangun semenjak tahun 2007. UPCS( Ultras Persukabo Curva Sud) merupakan kelompok ultras Persikabo yang terletak di tribun selatan.

 

Rivalitas

 

jaya.com

Rivalitas Jakarta- Bogor. Pertandingan dengan Persija Jakarta dapat diucap selaku Derbi Perbatasan antara bunda kota Jakarta serta Jawa Barat, berawal dari kerusuhan suporter mereka semenjak tahun 2008 yang senantiasa terjalin, para pendukung umumnya menyebut selaku orang sebelah berisik.

 

Derbi Pasundan

 

Pertandingan dengan Persib Bandung dapat diucap selaku Derbi Pasundan sebab kedua klub bermarkas di daerah provinsi yang sama.

 

Senin, 06 Desember 2021

Sejarah Barito Putera

barito putera sumber: bola.com

Sejarah Barito Putra - Melansir dari halaman formal Barito Putera, Rabu( 13/ 10/ 2021), Laskar Antasari berddiri pada 21 Aprill 1988. Jadi, Barito Putera baru berusia 33 tahun. Usia Barito Putera sendiri masih sangat terbilang lumayan muda, namun banyak perihal dilalui klub yang bermarkas di Stadion 17 Mei tersebut. Apalagi, terdapat sejarah panjang sebelum berdirinya Barito Putera. Ayo mulai dari 1970, dikala itu, Liga Tarkam( antara kampung) di Banjarmasin. Dimana  partai final diliga itu mempertemukan 2 tim kuat antara Indrapura Muda dengan Karbau Lapas. Kemenangan diraih oleh Indrapura. Seleang 5 tahun setelahnya, kemenangan Indrapura menginspirasi H. Abdussamad Sulaiman untuk mendirikan sebuah kub baru Persenus( Persatuan Sepakbola Nusantara). Persenus juga mulai ambil bagian dalam aktif di sepakbola Tanah Air. Persenus kemudian menjajaki pertandingan buat memastikan wakil Komda PSSI Kalselteng pada 1975. Lawan mereka merupakan Perseban Banjarmasin. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan Persenus. Kemenangan itu membawakan Persenus buat tampil di turnamen Soerharto Cup yang berlangsung di Rawamangun, Jakarta, pada 1980. Dipandu langsung oleh H. Abdussamad Sulaiman, Persenus bawa 22 pemain terbaik buat tampil di turnamen tersebut. Barito Putera juga turut dalam turnamen nasional pertamanya. Selang 8 tahun setelah itu. 2 angka terakhir pada tahun berdiri Barito Putera, ialah 88, tersemat di logo klub selaku pengingat.

 

Prestasi

 

barito putera sumber: bola.com

Barito Putera Pada masa Liga Indonesia masa 1994, Barito Putera jadi kejutan dengan jadi semifinalis. Hendak namun, Barito Putera gugur usai kalah 0- 1 dari Persib Bandung. Sayangnya, sehabis jadi kejutan, Barito Putera terpuruk sebab krisis finansial. Pada 2003, Laskar Antasari wajib terdegradasi ke Divisi I. Setelah terdegradasi ke Divisi 1, lagi lagi Barito Putera harus terdegradasi ke Divisi II. Walaupun begitu, Barito Putera dapat bangkit pada masa 2008- 2009 dengan menjuarai Divisi II sehingga promosi ke Divsi I. Pada 2009- 2010, Barito Putera finis kedelapan serta dipromosikan ke Divisi Utama. Pada 2011- 2012, Barito Putera juga keluar jadi juara Divisi Utama usai mengalahkan Persita Tangerang 2- 1 di partai puncak. Walhasil, Barito Putera juga promosi ke kasta sepakbola paling tinggi di Indonesia. Semenjak dikala itu sampai saat ini, Barito Putera terdapat di kasta paling tinggi. Pada 2018, Barito Putera apalagi memperoleh penghargaan Regu Sangat Fair Play serta menerima Lisensi Club Handal AFC, suatu akreditasi yang baru dipunyai 9 klub di Indonesia.

 

Stadion

 

barito putera sumber: bola.com

17 Mei Stadion 17 Mei terletak di Jalur Zafri Zamzam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Stadion berkapasitas 15 ribu pemirsa ini ialah markas Barito Putera dalam mengarungi kerasnya Liga 1. Stadion ini berlisensi standar AFC serta FIFA ini sudah direnovasi sebanyak 3 kali, ialah pada 2007, 2010, serta 2013. Dikala markasnya direnovasi, Barito Putera pernah berkandang di Stadion Demang Lehman buat sedangkan waktu. Semata- mata data, Stadion Demang Lehman terletak di Desa Indra Sari, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan. Sehabis proses renovasi berakhir Barito Putera kembali ke Stadion 17 Mei.

 

Sejarah PSIS Semarang, Julukan & Prestasi

sumber: dari semarang.com

Sejarah Berdirinya PSIS Semarang – Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang ataupun diketahui dengan PSIS merupakan klub sepak bola yang berasal dari Jawa Tengah, Semarang. Klub asal Semarang ini mempunyai suatu julukan ialah Laskar Mahesa Jenar.

 

PSIS sendiri merupakan klub awal yang mempunyai tropi serta jadi klub utama yang menjuarai liga Divisi Utama di tahun 1999 serta pada tahun selanjutnya PSIS terdegradasi ke Divisi 1. Serta sehabis itu pada tahun 2001 PSIS kembali menjuarai kompetisi di kancah Divisi 1 nasional.

 

Serta pada dikala itu PSIS berhak berlaga kembali di kancah Divisi Utama. PSIS sendiri telah tercatat selaku klub yang sempat menjuarai 3 kali Divisi Utama Liga Indonesia serta di masa perserikatan, setealah klub Persib Bandung serta Persebaya Surabaya.

 

PSIS ini berdiri pada tahun 1932, yang pada dikala itu Semarang sendiri masih terletak di tangan Kolonial Belanda. Yang pada dikala itu di golongan pribumi, terdapat suatu kumpulan yang menonjol ialah tots ons doel( TOD) yang didirikan

 

pada 23 Mei 1928, yang bermarkas di Tanggul Kalibuntang.

 

Didalam perjalanannya TOD ini berganti nama jadi PS Sport Stal Spieren. Nah dari PS SSS inilah yang bakal jadi nama PSIS Semarang. Di tahun 1930 team ini berubah nama jadi VIS yang berlatih di Lapangan Karimata Timur. Dengan berjalannya waktu PSSI kesimpulannya terlahir. Serta nama VIS berganti jadi Persatuan Sepak Bola Indonesia PSIS, tepatnya pada 18 Mei 1932.

 

Julukan

 

sumber dari : mahesa.id

PSIS Semarang sendiri mempunyai suatu julukan yang telah sangat populer Mahesa Jenar. Julukan itu diambil dari tokoh utama yang terletak dalam cerita Nagasasra serta Sabukinten karya S. H. Mintardja. Cerita yang pada dikala itu terkenal pada tahun 1960.

 

Yang mengisahkan tentang wujud mantan prajurit Kasultanan Demak dalam upaya mencari pusaka kerajaan, Mahesa Jenar berasal dari Kadipaten Pandan Arang. Mahesa Jenar diketahui dengan julukan perilakunya yang jantan serta kstaria. Serta Mahesa Jenar di bagikan kepada team PSIS selaku julukan.

 

Prestasi


sumber dari : wikipedia.com


 

PSIS Semarang sendiri mempunyai banyak prestasi yang menonjol antara lain:

  Liga Indonesia

 - Juara I Liga Indonesia V 1998/ 1999

 ( Std. Klabat Manado- PSIS vs Persebaya 1- 0; Tugiyo)

 - Juara I Divisi I 2000

 - Juara III Liga Indonesia XII 2005

- Juara II Liga Indonesia XIII 2006

 

Turnamen

- Juara II Suratin Cup 2003

- Juara I Suratin Cup 2004

- Juara III PEBY 2005

- Juara II PEBY 2006

 

 Prestasi Internasional

- Runner- up Piala Sultan Hassanah Bolkiah 1987 di Brunei Darussalam( kalah 1- 4 melawan Malaysia di final)


- Fase penyisihan AFC Champhions League 1999/ 2000( kalah agregat 4- 9, melawan Suwon Samsung Bluewings/ Korsel)

 

















Rabu, 24 November 2021

Sejarah PSS Sleman

sumber dari : skor.id
 

Sejarah PSS Sleman – Perserikatan Sepak bola Sleman terlahir pada tanggal 20 Mei 1976 yang saat itu masih dibawa kepemimpinan Bupati Drs. KRT. Suyoto Projosuyoto. Ada sosok lima tokoh penting yang mendirikan PSS Sleman ini yakni H, Suryo Saryono, Sugiarto SY, Subardi, Sudarso KH, dan Hartadi.

Awal didirikan PSS ini di sebabkan para tokoh diatas yang senang dengan sepak bola. Mereka yakin bahwasannya dengan sepak bola ini akan banyak menambah kenalan. Dan pastinya akan meningkatkan persaudaraan yang erat di kabupaten Sleman.

Ada satu hal juga mengapa PSS Sleman berdiri, pada waktu itu di daerah DI Yogyakarta ada dua perserikatan yang sudah terbentuk yakni PSIS dan Persiba Bantul. Dan waktu berdirinya team PSS ini ada team baru yang didirikan seperti Persikup Kulon Progo dan Persig Gunung Kidul.

Keinginan warga masyarakat yang sangat kuat untuk bisa memiliki perserikatan klub sepak bola. Dan pada akhirnya pelan pelan mulai terwujud dengan keadaan dengan sebuah keadaan yang saat itu di sampaikan oleh Komda PSSI DIY yang pada saat itu di jabat oleh Prof. DR. Sardjono. Komda PSSI DIY ini menyatakan bahawa jika ingin memliki klub perserikatan harus memiliki minimal lima klub.

Akhirnya, saat ini PSS memutuskan menggunakan nama Persatuan Sepak bola Sleman yang didalam profilnya berisi dengan pajak sponsorship. Akan tetapi nama persatuan ini hanyalah formalitas saja saat itu, sedangkan nama sejarah klub tetap sesuai dengan tokoh tokoh yang memberi.

PSS Sleman pertama beraksi di kompetisi yang di gelar di Kridosono, Yogyakarta. Kompetisi ini masih sangat kecil karena hanya di ikuti beberapa klub dari beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, sebab kompetisi hanya di gunakan sebagai ajang seleksi pemain untuk tim Pra PON DIY pada tahun 1976.

PSS Sleman Berjuang

sumber dari : davdm.s

Setelah tiga tahun PSS dibentuk, PSS memulai perjuangannya dengan masuk kedalam kompetisi Divisi II PSSI pada tahun 1979 saat itu, dengan lawan lawan pada saat itu Persiba Bantul, Persig Gunung Kidul, dan Persikup Kulon Progo, ini merupakan team team yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam ronde penyisihan tersebut PSS ditunjuk sebagai juara. Setelah dipastikan juara PSS langsung naik kasta ke Devisi IIA bersama dengan team team perserikatan sepak bola asal Jawa Tengah yang telah lolos dalam ronde penyisihan. Disini ronde 2 ini PSS selalu gagal untuk melaju ke ronde ke 3 atau disebut dengan ronde nasional.

Secara perlahan PSS mencoba kompetisi nasional dengan pemain pemain yang telah dibina dalam kompetisi internal secara kontigen. Klub yang berdiri pada tahun 1979, PSS merupakan perserikatan yang masih sangat muda jika di bandingkan dengan perserikatan yang lainnya.

Akan tetapi meskipun masih dikenal muda, PSS ini memiliki sebuah kultur sepak bola yang tidak sewenang wenang. Kenapa, karna di Kabupaten Sleman sendiri sudah terbangun sebuah tradisi sepak bola yang luas dan beraneka jenis usia.

Dulu, PSS pernah dipuji oleh ketum PSSI, Kardono pernah mengatakan team perserikatan yang punya atau memiliki kompetsi internal yang cukup baik di Indonesia saat itu. Banyak klub klub dari Sleman menjajal banyak kompetisi seperti tarkam, dari situlah PSS tak pernah kekurangan stok pemain.

Pada tahun 1987, PSS mulai mengerjar target supaya bisa berlaga ke kancah tertinggi atau pentas sepak bola nasional dan harus bisa promosi ke Divisi satu. Akan tetapi, dalam usahanya ini PSS selalu kandas dalam mengikuti kompetisi penyisihan di Divisi IIA zona Jateng DIY. Persijap Jepara, PSIR Rembang, Persiku Kudus, merupakan lawan lawan yang mengganjal bagi PSS agar bisa lolos menuju Divisi II nasional. Setelah PSIR Remabang dan Persiku Kudus promosi menju Divisi satu bahkan ke Disivi Utama Liga Indonesia. Disitulah langkah mulus PSS merajai Divisi IIA Jateng DIY bersama Persijap Jepara, dan berlaga di pentas Divisi II Nasional.

 

 

Rabu, 10 November 2021

Sejarah Persija&Thejakmania&stadion

 

Sejarah Persija Jakarta

 

Persija Jakarta – Persija Jakarta sendiri merupakan singkatan dari ( Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta ) klub ini dulu dikenal dengan sebutan Persija Pusat. Klub ini sendiri berbasis atau berdomisili di Jakarta. Untuk tahun ini Persija Jakarta berlaga di Liga 1 Indonesia, Persija merupakan salah satu team paling sukses bergelar di sejarah sepak bola Indonesia atau dijaman per-serikatan dengan memperoleh 2 kali juara liga domestic dan 9 kali juara tournament di era persirakatan. Hingga sejauh Persija Jakarta sendiri masih menjadi klub kuat seperti di era per-serikatan.

Persija Jakarta berdiri pada 28 November 1928, tepat pada saat Sumpah Pemuda dilakukan setelah sebulan lalu. Dahulu nama Persija Jakarta sendiri adalah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ merupakan klub yang mendirikan sepak bola di Indonesia atau disebut dengan PSSI. Persija sendiri sangat mendapatkan perhatian yang besar dari Mantan Gubernur Jakarta bapak Sutiyoso, bapak Sutiyoso sendiri merupakan Pembina dari Persija Jakarta.

 

 

persija jakarta.com


Klub Jakarta yang tadi bernama  Voetbalbond Indonesische Jacatra ini juga memiliki supporter bernama VIJers do era Hindia Belanda. Seiring berjalan waktu nama VIJ berganti menjadi Persija dan bergabung dengan VBO dan sejak itu juga berdirilah supporter PFC ( Persija Fans Club) akan tetapi ke anggotaanya sangat terbatas. Melihat sedikitnya supporter Persija munculah sebuah ide untuk membentuk supporter baru pada tahun 1997 yang bernama The Jakarta Mania (Jakmania), ide ini muncul dari manager Persija sendiri. Pada akhirnya ide tersebut di setujui atau di dukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, sebaqgai Pembina Persija saat itu.

Pada awalnya, Thejakmania sendiri masih berstatus komunitas hanya sekitar 100 orang, 40 orang sebagai pengurus. Pada akhirnya pengurus Thejakmania membuat sebuah lambang sebuah tangan dengan jipklak huruf J, Edi Supatmo lah yang memilii ide ini, yang saat itu menjadi Humas Persija Jakarta. Hingga pada saat ini lambang tersebut masih dipertahankan  dan digunakan sebagai symbol jati diri Jakmania. Dari tahun 2001-2005 atau selama 3 periode Thejakmania dipimpin oleh Bung Ferry. Thejakmania ditata sangat matang di periode itu. Maklum saja karna Bung Ferry merupakan seseorang yang di besarkan oragnisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk bergabung. Setelah di adakan Pemilhan Umum Raya, untuk memilih Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu saat itu dipilih Hanandoyo dan Ismartani atau dengan sebuatan Bung Danang. Akhirnya untuk saat ini Thejakmania telah memiliki kurang lebih dari 80.000 anggota yang ber-KTA aktif dari 84 wilayah resmi yang bersebar di sekitar Jabodetabek dan 7 Biro Resmi di luar Jabodetabek.

 

jakarta.com

 

Era dulu Stadion VIJ merupakan sebuah stadion sepak bola di gunakan oleh klub asal Jakarta yaitu Voetbalbond Indonesische Jacatra atau Persija Persija Jakarta, yang didirikan pada tahun 1928 untuk klub yang masih bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra dan pada tahun 1950 nama tersebut berganti nama menajdi Persija Jakarta. Setelah berganti nama menjadi Persija dan akhirnya saat itu juga memindahkan basisnya ke Stadion Menteng, Jakarta. Akhirnya Persija kembali lagi menuju stadionVIJ, sampai pada tahun 1980 lapangan VIJ ini menjadi stadion yang dibangun kembali dan menjadi home base Persija, setelah  berpindah home base, akan tetapi lapangan VIJ ini tetap memiliki kondisi ruput yang bagus. Stadion VIJ memiliki panjang dan luas 110x70 meter. Banyak fasilitas yang memang benar benar terpenuhi.